
Nama : RUBIAH
T/T/L : KLARIK 14 SEPT 1987
Status : Blm Kawin
Pkerjaan : Mahasiswi STAI
Nama : ROMADAYANI
T/T/L : MIDAI 04 MEI 1987
Status : Blm Kawin
Pkerjaan: Mahasiswi STAI



Aneka jajanan di Kampung Terempa

Lase Terempa
Lempa / Lemper

dipanggang dan dibuat dari ketan dengan bumbu dari ikan tongkol dibungkus daun pisang.
Kernas

Kepulauan Natuna
Kecantikan si Pulau Ranai


Natuna–Perjalanan panjang berganti transportasi dari Jakarta ke Batam dengan pesawat dan diteruskan naik pesawat lagi ke Bandara Ranai, Natuna, memang akhirnya terbayar.
Saat kami tiba di ratusan pulau yang jarang penghuni ini, kami sangat menikmati pantainya yang indah karena belum banyak terjamah tangan dan kaki manusia.
Seperti kebanyakan pantai dan laut di wilayah Nusantara yang penduduknya tak padat, pasir dan taman laut indah dan natural masih banyak didapatkan di pulau ini. Alam di kepulauan ini sebenarnya bersahabat, kecuali pada awal dan akhir tahun yang kerap disiram oleh hujan dan cuaca mendung.
Natuna adalah salah satu pulau dengan kekhasan kebudayaan Melayu yang merupakan noktah kecil di sisi utara peta Kepulauan Indonesia. Ada beberapa kekayaan tradisi Melayu yang sebenarnya tidak banyak diketahui orang, mulai pacu kolek (sampan berisi satu orang), pacu jongkong (sampan dengan kapasitas lebih dari satu orang) yang diperlombakan oleh masyarakat satu Kabupaten Natuna pada waktu tertentu, tari mawar, mendu, gobang, hadrah, zapin, hingga langlang buana yang mirip dengan gerakan taichi, sampai lagu dan pantun Melayu.
“Oleh karena itu, sebenarnya Kepulauan Natuna tak hanya berguna buat wisata alam, tapi juga wisata budaya, terutama budaya Melayu yang selama ini jarang dibicarakan dalam referensi budaya Melayu, baik di Indonesia maupun Malaysia,” kata H Wan Suhardi yang berdarah bangsawan Melayu di wilayah Natuna. Gelar “Wan” itu karena ia mewarisi darah leluhurnya H Wan Moh Rasyid dan kakeknya H Wan Moh Benteng, yang kemudian namanya diabadikan sebagai nama jalan di Kabupaten Natuna.
Pulau ini terdiri dari 19 kecamatan, dengan dua kecamatan yang baru terbentuk. Ada Kecamatan Bunguran Timur, Bunguran Barat, Bunguran Utara, Midai, Serasan, Jemaja, Pulau Tiga, Pulau Laut, Subi, Pal Matak, Siantan, dan Tarempah, dekat dengan perbatasan Thailand dan Vietnam yang hanya beberapa mil dari Natuna.
“Carter pesawat mahal karena belum ada saingan. Kalau di tempat ini naik kijang sehari membayar Rp 400.000. Selain di hotel ini, ada hotel lain, yaitu Natuna Hotel di Kampung Ranai Darat, sedangkan yang lainnya penginapan. Soal alam, ada air terjun Gunung Ranai, ada Gua Batu Sindu,” ucap Ayie yang menjadi pegawai di Hotel Raja.
Menurut Ayie, hotel ini biasanya penuh ketika ada pelatihan lima kali dalam setahun. Selebihnya adalah turis lokal. Untuk objek wisata alam, ada beberapa yang bisa disebutkan. Ada gua lorong yang cukup panjang, namanya Gua Batu Sindu di Bunguran Timur. Juga ada gua sarang burung walet di daerah Serasan. Selain itu, juga bebatuan besar yang menghias perbukitan menuju puncak Stasiun Radar Angkasa Pura II.
Di kepulauan ini, hotel memang hanya dua, yaitu Natuna Hotel dan Hotel Raja. Hotel Raja, yang ada di Jl Pramuka, tepat di depan Pantai Kencana. Sekalipun terkesan mungil, namun cukup bersih dan terawat. Kepulauan Natuna, bagi perspektif wisata memberikan banyak kemungkinan. Sekalipun belum tergarap untuk wisata, kebudayaan, keindahan alam dan pantainya merupakan tawaran menarik buat para pengunjung.
Taman Laut
Sejauh kita memandang, di pinggiran Pantai Sindu ini, di pinggirnya adalah lengkungan pantai 180 derajat. Di pulau inilah, di daerah Galang, para pengungsi Vietnam pernah bermukim sementara.
Kepulauan Natuna merupakan surga untuk menyantap ikan segar kerapu, napoleon, dan tuna. Hingga penduduknya pun punya keahlian khusus dalam mengolah ikan menjadi abon, tepung, hingga rempeyek cumi dan kepiting yang lembut dan nikmat disantap. Kawasan perikanan ini juga menggiurkan sehingga para pelaut dari Thailand, Malaysia, Singapura, bahkan Vietnam masuk ke wilayah ini. Wilayah Pulau Natuna terletak pada posisi 107º55’ BT - 108º 25’ BT dan 3º35’ LU - 4º15’ LU, yang secara geografis memang berada di tengah Kawasan Asia Tenggara.
Dengan penghasilan gas yang kaya setelah Arun, Natuna yang berpenduduk 80.000 ini cukup kaya. Kendati demikian, ada ratusan pulau yang perlu diberi nama untuk mempertahankan otoritas wilayah Indonesia. Sebab kehilangan sebuah pulau saja dapat mempengaruhi zona ekonomi eksklusif wilayah kepulauan bahkan negeri ini. Secara keseluruhan, masih ada 17 pulau terluar di wilayah Natuna yang bersinggungan dengan teritori internasional namun tidak berpenghuni.
Inilah pulau tenang dengan pantai-pantai yang sepi, penuh dengan hutan bakau dan flora lautnya. Ada Pulau Simeun, Pulau Nipah, Kecamatan Pulau Laut, juga Pulau Semion dan Pulau Sekatung di sebelah utara, yang berbatasan langsung dengan Vietnam.
